Dolce Tokyo

Nemu restoran Jepang ini sebenernya gak sengaja lagi ngiterin Bugis Junction, kebetulan ngeliat mereka punya lunch package special cuma $10.80 termasuk minum, ya udah lah akhirnya saya memutuskan untuk makan di sini.

Lunch package di restoran ini ada beberapa pilihan, dan saya memesan katsu curry rice ini dengan pilihan minuman iced blackcurrant. Saya pikir kalau lunch package gitu pasti biasanya porsinya kecil (yah harganya aja udah dikurangin ye kan), ternyata saya salah. Porsinya lumayan gede dan bener-bener bikin kenyang. Secara keseluruhan katsu dan karinya lumayan enak ya. Katsunya sendiri gak hambar (seperti dikebanyakan resto-resto) jadi dimakan gitu aja tanpa saus karinya pun sudah enak.

Sebagai dessert (my tummy always has a room for dessert), saya memesan salted egg lava cake ($12.90) karena….unik! Kan biasanya lava cake isi coklat, ini isinya kuning telor asin! Tadinya saya sempet “hah aneh banget!” Tapi ternyata pas dicobain gak seaneh yang dibayangkan karena kuning telur asinnya gak terlalu asin malah cenderung masir. Jadi ya pas ketimpa coklat rasanya gak terlalu tabrakan. Penyajiannya juga unik banget pakai disangkar segala.

Kalau gak salah Dolce Tokyo ini punya dua cabang di Singapura, yaitu di Orchard dan Bugis. Kalau lagi di sekitaran situ, boleh lah dicoba!

📍Dolce Tokyo, Bugis Junction, 200 Victoria St, 03-10H, Singapore

📍Dolce Tokyo, 313 Sommerset, 313 Orchard Road #03-23, Singapore

Non Entree Dessert

Jadi kemarin pas di Singapura saya cari-cari cafe yang unik yang bisa dikunjungin, ya maklum lah kalau cuma sekedar cafe jual masakan bule dimana juga ada bahkan di Jakarta pun ada. Lalu saya gak sengaja nemu cafe ini yang khusus jual dessert ini di instagram seseorang.

Namanya Non Entree Dessert, lokasinya memang gak di city centre ya alias agak meilipir dikit ke daerah Kallang. Tapi jangan sedih ada bis yang kearah sini kok, bus stopnya malah cuma sepelemparan batu dari cafe ini. Silahkan cari di gmaps untuk rute terdekat dari penginapan kalian ya gaes!

Seperti namanya yang pakai embel-embel dessert, cafe ini hanya khusus jualan dessert. Tapi bukan sembarang dessert karena mereka punya signature menu berupa dessert yang berupa makanan utama khas Singapura yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai, tapi itu adalah dessert! Yang kemarin saya cobain namanya “nasi lemak” ($14.90) bentuknya kayak satu set nasi lemak ada telurnya, ada nasinya, sambal, teri kacang dan kerupuk. Nasi lemaknya sendiri adalah biskuit berisi kaya jam yang dilapisi sticky rice. Telur rebusnya sendiri adalah jelly rasa lemon&mangga. Surprisingly sambalnya adalah sambal betulan yang rasanya pedas, begitu juga dengan teri kacangnya. Jadi rasa dan teksturnya bener-bener nano-nano. Unik sih kalau menurut saya. Selain nasi lemak ini, signature dessert lainnya ada yang berbentuk bak lor mee, susu cap enak dan Singapore breakfast. Mungkin kalau lain kali ke Singapura saya mau ke sini lagi.

Selain dessert tsb mereka juga jual aneka gelato yang rasanya unik-unik, seperti gula malaka, kaya toast dan pineapple tart (nastar). Waktu itu saya cuma nyobain yang rasa nastar, 1 scoopnya $4.80. Rasa nastarnya surprisingly enak banget, kayak makan nastar aja tapi dalam bentuk es krim. Selai nanasnya bener-bener terasa, begitu juga dengan remahan kulit nastarnya. Dan gak terlalu manis, jadi gak eneg.

Kalo lagi di Singapura, cafe dessert ini bisa jadi pilihan kamu buat nongkrong! Ciao!

📍Non Entree Dessert, 204 Rangoon Road, Hong Building, Kallang, Singapore

Jajan-Jajan Lucu di Singapura – part 2

Holaa kembali ke part 2 dari rekap jajan-jajan selama 8 hari di Singapura. Cuss langsung aja…

# Blanco Court Prawn Mee

Tau tempat ini karena direkomendasiin sama teman, dan kebetulan juga letaknya cuma sepelemparan batu dari hostel saya di Bugis. Di sepanjang jalan Beach Road ini ada 2 Blanco, Blanco Prawn Mee dan Blanco Noodles Soup. Sepertinya pemiliknya sama tapi makanannya beda. Restoran ini gak pernah sepi ya selalu rame terutama jam makan siang, dan mereka tutup jam 4 sore. Sesuai dengan namanya tempat ini cuma jualan prawn mee, udangnya bisa dipilih sesuai keyakinan dan kocek masing-masing mau yang kecil-kecil atau udang jumbo. Mau yang full udang atau campur iga babi. Saya kemarin pesan yang jumbo prawn noodles tanpa iga babi ($10.80), cukup mahal tapi udangnya beneran gede banget. Rasanya prawn meenya menurut saya enak, kuahnya terasa sekali kaldu udangnya, udangnya juga dimasak pas gak undercooked atau overcooked. Lebih pas dimakan pakai cabe rawit. Yang bikin kesel sih cuma satu, porsinya kecil banget. Ini emang usus saya yang panjang sampe jempol apa gimana yak? 🤔

📍Blanco Court Prawn Mee, 243 Beach Road, Singapore

# Roasted Pork Rice at Tiong Bahru Market

Tiong Bahru Market salah satu yang menjadi inceran saya untuk kulineran, disamping nyicipin Bakery nya yang katanya punya pastry enak banget (yanv itu saya review terpisah). Ada beberapa sebenernya yang saya incar tapi kemarin pas kesana entah udah kesorean atau karena mau Lebaran jadi kiosnya banyak yang tutup. Salah satu yang saya cobain adalah roasted pork rice di kios yang saya foto di atas, gak tau nama kiosnya karena pakai huruf mandarin. But I bet they are the only one who sells roasted pork and duck in the area. Saya memesan roasted pork rice seharga $4. Roasted porknya lumayan tapi agak bau amis babi dikit jadi agak menganggu kenikmatan ya.

📍Roasted Pork Rice, Tiong Bahru Market, Singapore

# Jian Bo Shui Kueh

Masih di tempat yang sama saya nyobain juga shui kueh yang katanya stall ini udah eksis sejak tahun 1958. Dan saya tau shui kueh ini dari blog kuliner blogger Singapore juga yang bilang ini shui kueh paling terkenal di Tiong Bahru. Selain shui kueh tempat ini juga jual bakcang dan aneka kueh khas Singapore (dan mirip dengan jajanan pasar Indonesia). Jadi saya pesan shui kuehnya aja 5pcs seharga $2.50. Murah yahh! Jadi shui kueh itu seperti kue talam yang rasanya gurih gurih, terus dikasih topping sambal ebi dan bengkuang (dan terasi?) Rasanya sih ya cukup enak, buat takaran orang yang baru pertama kali coba seperti saya. Terutama sambal ebinya yang nagih banget. Jangan beli banyak-banyak karena kueh ini bikin cepet kenyang!

📍Jian Bo Shui Kueh, Tiong Bahru Market, Singapore

# Yakun Kaya Toast

Yang wajib dicobain kalau ke Singapore tentu saja sarapan kaya toast dengan kopi. Iya tau di Jakarta juga ada cafe Yakun Kaya Toast ini tapi gak ada salahnya kan coba di tempat asalnya. Kebetulan cafe ini juga ada dekat hostel saya. Saya memesan paket A seharga $4.80 yang berisi kaya toast, kopi C dan telur setengah matang. Dibanding kopitiam lainnya, Yakun Kaya termasuk favorit saya karena di sini toastienya kriuk kriuk dan dikasih butternya lumayan banyak jadi perpaduan rasa gurih asinnya bener-bener bikin nagih banget. Kalau kopinya sih standar ya. Apalagi telornya 😂

📍Yakun Kaya Toast, 345 Beach Road, Singapore

# Huat Huat BBQ

Jadi sebenernya saya taunya tempat ini tuh karena terkenal sama chicken wingsnya. Kalau tau chicken wings Wong Ah Wah yang enak banget di Jalan Alor, KL. Nah Huat Huat semodel dah tuh. Chicken wingsnya dihargai $1,5 per pcs dan minimal pesanan 3pcs, lumayan mahal juga ya untuk ukuran chicken wings doang. Tapi karena penasaran ya udah beli. Chicken wingsnya menurut saya lumayan, gurih dan meresap banget, ada aroma smoky nya, dagingnya juga juicy. Tapi bukan makanan yang bikin saya kepengen balik lagi, maksudnya udah coba oh ya udah tapi ga nagih pengen balik lagi.

Selain chicken wingsnya saya juga cobain carrot cakenya ($4.5), sebelumnya saya pernah cobain carrot cake tapi…..di Jakarta hahahaa! Jadi ini perdana cobain yang asli Singapore. Aslinya carrot cake ini terbuat dari lobak, entah kenapa dikasih nama carrot cake. Saya minta yang dibumbu dengan kecap jadi warnanya hitam (ada yang gak pakai kecap namanya white carrot cake). Saya sih suka ya sama rasanya, apalagi dimasak pakai wok jadi ada rasa gosong-gosongnya. Kalau suka pedas boleh minta tambah sambal walau sambalnya rasa terasinya strong banget ya.

📍Huat Huat BBQ, Makansutra Glutton Bay, Singapore

# Wee Nam Kee

Kata teman saya yang pernah sekolah di Singapore, Wee Nam Kee adalah salah satu resto penghasil Hainanese Chicken Rice terenak di Singapore. Bahkan kalau gak salah mereka juga udah buka cabang di Jakarta. Ya udah cobain sekalian dong ya mumpung deket. Stallnya sebelah-sebelahan sama Huat Huat BBQ, jadi sekali mendayung dua tiga tempat makan terlampui 😂 Mereka punya 2 versi, steam chicken atau roasted chicken. Saya pesan yang roasted chicken rice ($5.80). Ayamnya enak ya karena di-roast saya lebih milih yang kayak begini sih ketimbang yang di-steam kayaknya dagingnya lebih keset aja tapi tetep juicy. Rasanya lumayan gurih walau gak berlebihan. Nasi hainamnya juga lumayan enak. Tapi sayang, lagi-lagi porsinya kecil….hamba jadi syedih 😩

📍Wee Nam Kee, Makansutra Glutton Bay, Singapore

# Dessert Khas Singapore

Last but not least yang saya cobain di Jajan-Jajan Lucu kali ini adalah dessert khas Singapore. Jadi mereka punya macam-macam es campur gitu yak kayak di Indonesia. Sebenernya pengen coba yang pakai durian tapi duit recehan saya kurang lol. Jadi pesen ice Lychee Cincau aja seharga $3. Bentuknya mirip bingsoo ya, ada serutan es terus atasnya ada topping cincau hitam dan lychee terus dikasih sirup leci juga. Yah lumayan seger sih apalagi abis makan yang berminyak.

📍Sweet Dessert, Makansutra Glutton Bay, Singapore

Jajan-Jajan Lucu di Singapura – part 1

Hii pembaca gadisrakus saya balik lagi, sekarang saya lagi liburan di Singapura dan abis ini mau balik ke Indonesia sebentar. Nah, kadang suka bingung ya kalau di Singapura enaknya makan apa aja, padahal di sini foodcourt bertebaran dan menurut saya sih gak terlalu mahal kalo makannya di foodcourt. Dari hampir 8 hari Gadisrakus di sini, mau coba rangkum apa aja yang bisa dicicipin di sini. Cekidot dot!

# Tian Tian Hainanese Chicken Rice

Konon katanya hawker food yang satu ini pernah masuk acaranya Gordon Ramsay dan pernah dicobain juga sama (alm) Anthony Bourdain, dan menurut beberapa food blogger tempat ini juga punya nasi ayam yang enak banget. Gadisrakus sempet cobain di hari pertama. Karena gak tau bisa pesen porsian, saya pesen setengah ayam ($12) dan nasi ($0.80) yang mana setengah porsi ayam bisa dimakan 3-4 orang lol. Menurut saya sih ayamnya cukup enak, gak bau amis (kadang Hainanese chicken gini suka ada yang masih bau amis), dan lembut banget. Ada rasa gurih dikit tapi gak overpowering, saus dari campuran minyak wijen dan kecap asinnya menambah rasa jadi lebih gurih-gurih. Kalau suka pedas disarankan minta tambah sambelnya, karena lumayan pedas dengan hint rasa jahe dan bawang putih.

📍Tian-Tian Hainanese Chicken Rice, Maxwell Food Centre, Singapore

# Wei Mei Si Fish Soup

Makan di tempat ini gak sengaja sebenernya, jadi saya abis cobain coffee shop Chye Seng Huat, terus iseng cari di google dekat situ kira-kira ada tempat makan apalagi yang bisa dicobain. Dan saya menemukan tempat ini. Lalu saya googling dan menemukan sebuah blog yang mengulas tempat ini dan bilang ini salah satu fish soup terenak di Singapore. Saya memesan fish soup aja tanpa nasi seharga $5, fish soupnya cukup unik karena ikannya digoreng balut telur kocok (jadi seperti telur dadar isi ikan), lalu ada tambahan fish cake, udang dan salada air). Kuahnya sendiri terasa gurih dan sedikit rasa lada. Cocok dimakan dengan potongan cabe rawit.

📍Wei Mei Si Fish Soup, 153, Thyrwitt Road, Singapore (in foodcourt across Chye Seng Huat).

# Hawker Chan

Dinobatkan sebagai “the cheapest 1-Michelin Star food hawker” ngebuat saya lumayan penasaran, apalagi teman saya sempet merekomendasikan juga. Di sini yang terkenal adalah ayam saus kecapnya, tapi kalau mau yang haram-haram macam roasted pork juga ada. Teman saya yang pernah coba katanya roasted porknya biasa aja, tapi di sisi lain banyak orang review soya chickennya termasuk yang must try. Supaya adil saya memesan dua-duanya, soya chicken rice set ($3.80) dengan extra roasted pork ($4). Soya chickennya saya akuin enak, bumbunya benar-benar meresap ada rasa gurih walau samar apalagi kulit ayamnya enak bangeett. Dan seperti kata teman saya, roasted porknya biasa aja. Oiya di sini tempatnya penuh banget ya, siap-siap antri panjang. Tips dari saya, kalau males antri panjang pas order mending order lewat mesin aja bisa bayar cash/credit card.

📍Hawker Chan, 78 Smith Street, Chinatown, Singapore

# Swee Kee Eating House

Jadi ceritanya saya tuh beli paket kopi di Dapper Coffee di Amoy Street, seperti biasa saya cari tau apa yang menarik lainnya di Amoy Street biar sekalian jalan. Nah nemu lah tempat ini, yang konon katanya salah satu fish head noodle soup terbaik di Singapore. Cuss lah cobain. Saya memesan fish noodles soup ($8,5) kita bisa pilih mau pakai fish head atau potongan daging ikannya aja (harganya sama), dan milih mie yang kita inginkan ada bihun, mie atau kwetiau. Fish soup yang satu ini agak berbeda dengan yang saya coba di Wei Mei Si, karena daging ikannya direbus, ikan rebusnya lembut banget dan ga amis. Kuah kaldunya juga gurih ikan dan gak terlalu asin, buat sebagian orang mungkin akan terasa agak hambar. Saya sendiri kurang menyukai bihunnya karena benar-benar hambar. Supaya lebih nikmat makannya harus pakai acar cabe hijau.

📍Swee Kee Eating House, 96 Amoy Street, Singapore

# Temasek Indian Rojak

Gak sengaja nemu Indian Rojak ini waktu nyasar di Little India, rujak ini sekilas mirip pasembur, makanan serupa yang ada di Little India, Malaysia. Tapi yang Singapura punya ini agak sedikit berbeda, karena sausnya tidak manis, cenderung seperti saus batagor dan di atasnya dikasih topping rajangan cabe, timun dan bawang merah. Gorengannya kita bisa pilih sendiri dengan harga berkisar antara $0.70-$2 per pcs. Di Tekka Center ini ada beberapa counter penjual rujak India tapi cari aja yang ada tulisan “Haji Johan” or just simply looking for the one which has long queue.

📍Temasek Indian Rojak, Tekka Centre, Little India, Singapore

# Prasanna’s

Masih di dalam komple Tekka Centre, kalau kamu suka masakan India atau cari yang halal mungkin masakan India bisa jadi pilihan (rata-rata masakan India vegetarian). Salah satu yang saya cobain ada counter ini, karena saya ngiler liat Poori segede gaban. Saya pernah makan pani poori tapi bentuknya kecil-kecil yang ini hampir segede muka. Saya beli satu set yang sudah termasuk chutney seharga $2 (dapat 2 pcs). Rasa poorinya seperti roti mirip dosai, hambar-hambar gurih. Kalau mau lebih berasa makannya harus dicocol ke chutney nya.

📍Prasanna’s, Tekka Centre, Little India, Singapore

# Foodcourt at The Arcade

Jadi ceritanya waktu itu saya mau nuker duit menurut tripadvisor money changer yang paling bagus ratenya itu ada di komplek perkantoran The Arcade. Jadilah abis nuker duit saya sekalian makan siang di foodcourtnya. Di foodcourtnya sendiri banyak ya makanannya, bahkan saya juga liat ada nasi padang segala. Karena pengen makan roasted pork jadilah saya menjatuhkan pilihan ke roasted noodle pork di salah satu counter (lupa foto counternya, tapi letaknya seberangan sama McDonald). Harganya cukup $4.5 aja lumayan murah untuk ukuran foodcourt karyawan perkantoran. Ya mungkin beda tipis dengan makan di foodcourt biasa, tapi plusnya di sini ber-AC jadi gak usah takut keringetan.

📍Foodcourt at The Arcade, 11 Collyer Quay, Singapore

5 Kuliner Olahan Alpukat Yang Extraordinary di Kota Medan

Berawal dari rasa penasaran akan makanan alpukat, kami pun menjajal beberapa pegiat kuliner alpukat kota Medan. Alhasil kami berhasil kumpulkan beberapa list kuliner dengan bahan dasar alpukat yang menurut kami cukup outstanding dan mewakili kuliner alpukat di Medan secara umum. Termasuk Pokat Kocok di Simpang Glugur yang fenomenal banget (hingga ke media nasional).

So, apa saja sih kuliner berbahan alpukat yang kita kunjungi? Apa saja fakta menarik di balik buah alpukat? Simak 5 lokasi kuliner alpukat berikut ini.

Avocado Coffee Float – Macehat Coffee

First of all, kalau ngomongin tentang alpukat pantang banget untuk lewatin menu yang satu ini. Gue rasa hampir seluruh penduduk Wakanda, ehm, maksudnya Medan tahu yang namanya Macehat dan juga menu andalannya Avocado Coffee Float.

Macehat sebenarnya adalah coffee shop yang dari namanya sih udah ketebak fokusnya adalah di kopi. Sampai suatu saat, ada masa di Medan ketika buah alpukat menjadi booming banget dan lagi tenar-tenarnya, why not Macehat juga develop sesuatu yang menggunakan alpukat. Lahirlah Avocado Coffee Float.

Macehat Avocado Coffee Medan DSCF5678Avocado Coffee Float

Claimed to be their best-seller product, menu wajib di Macehat ini menawarkan rasa yang tidak bikin eneg. Perpaduan pahitnya kopi espresso dengan rasa manis alami dari alpukat serta diberi toppings coklat bubuk, coklat cair, meses dan dilengkapi dengan es krim rasa coklat juga. Mix it all and they tasted so much balanced.

Macehat Coffee Shop
Jalan Karo No 20
Buka: 10.30 – 18.45

Avocado Devil Roll Cake – Affinois

Affinois Avocado Devil DSCF5742

Affinois memang terkenal unik dan berbeda dengan brand kue tradisional lainnya di Medan. Berbeda dengan resep lagis legit yang banyak memakai aroma rempah pada umumnya, Lapis Legit Affinois menonjolkan aroma roombutter, memakai lebih banyak kuning telur, dan bereksperimen dengan beragam rasa dan tekstur yang lebih digemarin anak muda.

Enough with Lapis Legit story, kali ini kita mau bahas tentang Bolu Gulungnya. Devil Avocado Roll Cake. Bolu gulung dengan campuran adonan yang menggunakan bubuk Black Charcoal berhasil dikawinkan dengan filler berbahan blended avocado yang warnanya cenderung putih.

Affinois Avocado Devil DSCF5734

Kenapa putih? Karena warnanya ini bener-bener tergantung dari supply buah alpukat yang didapat oleh Affinois. Bisa jadi supply yang didapat berwarna hijau pekat atau justru berwarna hijau pucat. Lalu, alpukat yang sudah dihaluskan dicampur lagi dengan cream yang berwarna putih, sehingga warna asli dari alpukat jadi tidak terlihat lagi pada filler bolu gulungnya.

Affinois Avocado Devil DSCF5718

Affinois Avocado Devil DSCF5737

Go get a roll, have them cooled and enjoy!

Affinois
Jalan Mojopahit No 12E
Buka: 09.00 – 18.00

Pancake Alpukat – Sari Laut Nelayan

Nelayan Pancake Durian DSCF5791

Restoran Nelayan? Hampir seluruh manusia di Medan sudah pada tahu. Termasuk Pancake Alpukat dari restoran ini. Sebelumnya Nelayan menyediakan tiga varian rasa pancake yang berbeda, Durian, Alpukat dan Mangga. We don’t know why (and we didn’t ask), Pancake Mangganya sudah discontinued alias tidak dijual lagi. Padahal menu Pancake Mangga cukup dikangenin oleh salah satu dari tim kami. Let’s move on, shall we?

Nelayan Pancake Durian DSCF5818

Gue lebih setuju ini bahasanya “makan alpukat dengan topping pancake” instead of “makan pancake dengan filler alpukat”. Kulit pancake yang digunakan bener-bener tipis, bahkan tidak begitu terasa ketika sudah mendarat di lidah. Rasa manis dari krim dan alpukat yang lebih dominan dari segi rasa dan jumlahnya menutupi si kulit pancakenya itu sendiri. Personally, gue puas dengan pancake alpukatnya. Kamu bisa lihat sendiri betapa tipisnya kulit pancake ini di foto di bawah.

Nelayan Pancake Durian DSCF5805

Bisa dibilang 99% krim alpukat dan 1% kulit pancake kalau boleh gue simpulkan dengan asumsiku pribadi. Membuat pancake alpukat ini juga gampang-gampang sulit. Kalau kamu ada nonton video 5 Top Makanan Alpukat Medan, maka kamu akan tahu kalau kesulitannya berada pada pemilihan buah alpukat itu sendiri. Ada syarat khusus seperti tidak boleh yang berserat dan tidak boleh yang terlalu keras ataupun lembek. Well I think, you should give it a try if you haven’t, mate!

Sari Laut Nelayan
Jalan Putri Merak Jingga
Buka: 10.00 – 14.30; 17.30 – 22.00

Le Avochoco Supreme – Le Chic Bakehouse

Le Chic Bakehouse DSCF5697

Meski outlet Le Chic Bakehouse yang berada di Jalan S. Parman simpang Jalan Karo ini baru diresmikan beberapa waktu lalu, Le Chic Group sendiri termasuk pemain lama di bidang F&B Medan. Tak tanggung-tanggung, Le Chic sendiri sudah mulai memenuhi kebutuhan desserts masyarakat Medan sejak 1999. Termasuk menyediakan produk mereka untuk coffee shop seukuran Starbucks pada masanya (sekitar 2004), dan produk inilah yang akan kita bahas di sini.

Le Chic Bakehouse DSCF5709Le Avochoco Supreme

Avocado Mousse atau sekarang telah berganti nama menjadi Le Avocado (Le Avochoco untuk yang ukuran “whole cake”) merupakan produk best-seller dari Le Chic. Gue pribadi sangat yakin menu ini pantas menyandang gelar tersebut. Teksturnya yang melt-in-mouth membutuhkan kemampuan khusus untuk membuatnya. Tidak mudah membuat desserts seperti ini.

As they claimed, kalau kamu menemukan menu serupa dengan tekstur serupa di luar dari Le Chic, chef yang membuatnya merupakan chef dari Le chic yang hengkang atau hijrah. Sehingga menyebarkan menu Avocado Mousse ini. ‘Cause they are the first to invent this menu in Medan (as they claimed too).

Le Chic Bakehouse DSCF5706

Terlepas dari itu, gue rasa worth it banget untuk sekedar menghabiskan tea-time atau weekend di Le Chic Bakehouse yang menawarkan suasana dine-in yang nyaman sambil menikmati Le Avocado ini.

Le Chic Bakehouse
Jalan S. Parman simpang Jalan Karo
Buka: 09.00 – 22.00

Es Pokat Kocok – Pokat Kocok Barokah

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5837

Gerai yang awalnya berjualan dengan gerobak di sekitar Stadion Teladan berhasil membuktikan dirinya untuk survive di tengah persaingan Pokat Kocok di Medan dengan membuka sebuah toko yang berada di Jalan HM Joni.

Secara pribadi, Es Pokat Kocok dengan Gula Merah cukup jarang gue dengar. Begitu pula dengan Pokat Kocok yang diberi topping Es Krim. Since Pokat Kocoknya ada diberi pemanis tambahan, gue cuma bisa bilang segelas penuh Pokat Kocok Es Krim atau Pokat Kocok Gula Merah ini lebih ke sweet-based blended avocado.

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5835

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5828

Untuk harganya yang terjangkau dan rasanya yang cukup menenangkan dahaga di saat terik, gue rasa masih worth untuk gue kunjungi. But, to be honest, nothing else more special from this outlet.

Pokat Kocok Barokah?
Jalan HM Joni, seberang Museum Sumatera Utara
Buka: 11.00 – 23.00

Itu dia 5 lokasi kuliner dengan bahan dasar alpukat yang kami kunjungi di Medan. Yang mana yang menjadi favoritmu?

Atau kalau ada rekomendasi kuliner alpukat yang kamu ingin MaMa kunjungi, beri komentarmu di bawah ya!^^

Warung Nasi Memeng – Dari Siantar Bercabang Di Medan

Nggak ada rencana sama sekali untuk singgah di Warung Nasi Memeng pagi itu, meski tempat ini sudah menjamur di “To Visit List” kami. Awalnya, gue dan Hardy hanya berencana berburu sedikit sarapan dan kue di tengah keramaian dan beceknya jalanan Pasar Beruang. Well, sedikit gerimis yang masih mengguyur pagi itu bisa jadi alasannya. That didn’t stop us from looking for breakfast that morning.

To make it short, we’ve found what we’re looking for.

Sambil berjalan menuju tempat parkiran kendaraan, kami sedikit berdiskusi tentang destinasi berikutnya. “Kali ini yang dituju harus makanan berat“, kata gue. Memang pagi itu yang kita cari hanyalah beberapa kue yang umum dijadikan sarapan (menjawab pertanyaan pembaca yang bingung dengan apa yang kita cari di pasar tadi). Gue buka Hp, buka agenda Makanmana, scroll ke bagian “To Visit List” dan dengan mantapnya memilih Warung Nasi Memeng sebagai lokasi berikutnya (karena tempatnya cukup dekat).

Steling Nasi Memeng

Tidak jauh kami menggeber motor kami sejak beranjak dari pasar tadi, kami melihat ada tulisan Nasi Memeng di steling pada salah satu ruko di sebelah kiri jalan. Saat itu bagian dalam steling masih kosong. Tidak ada satu makananpun yang terpampang menggoda di sana. “Oh, kami buka kok. Sayurnya sudah siap. Tinggal tunggu diangkat (menuju ke steling) saja“, kata seorang pria tua yang ternyata pemiliknya.

IMG_3352Si Pria Tua dan anak-anaknya.

Sambil menunggu pesanan kami diantar, kami memperhatikan Si Pria Tua tadi mengambil langkah menuju ke meja kasir di bagian kanan ruangan dengan seorang ibu-ibu yang sedang duduk di belakangnya, which is his wife. Dan betapa terkejutnya kami saat mereka justru berbincang dengan menggunakan bahasa Hokkian. Maklum dari segi penampilan dan paras wajah si ibu, tidak mengherankan jika kami menginterpretasinya sebagai non-Tionghoa yang mungkin bakal asing dengan bahasa Hokkian.

Okay! Simpan dulu pertanyaannya untuk nanti. Kita lanjutkan saja dulu berhubung makanan sudah diantar.

IMG_3360

IMG_3347Nasi Campur/Sayur (mana yang benar ya?)

Penampilan dari Nasi Sayurnya membuat mata berbinar dan perut berguncang. Meski beberapa jajanan kue pasar tadi sudah kami kunyah, tapi aura dari Nasi Sayur ini ternyata begitu kuat. Sepiring nasi dengan isiannya yang berupa sayur nangka, kuah gulai, tauco, keripik kentang yang diparut tipis dan bihun. Ehem! Nasinya terbilang sedikit memang. Tidak cocok untuk gue yang perlu tenaga lebih banyak untuk mengangkat beban tubuh gue yang besar.

IMG_3364Nasi Tambah

Langsung saja kami panggil pelayannya untuk pesan nasi tambah. This is the real Nasi Tambah. Bukan cuma diberi nasi putih, tapi termasuk dengan sayurannya. Ohhhh, sesi foto demi artikel ini bener-bener menyiksa :D. Kami harus melihat makanan-makanan ini tidak tersentuh lidah kami begitu lama demi kami pampang di blog ini untuk kamu baca.

Telur Rendang dan Ikan Sambal menjadi pilihan gue hari ini, sedangkan Hardy cukup puas dengan Telur Dadar dan Ayam Goreng.

IMG_3354Telur RendangIMG_3362Ikan Sambal

Tidak lama setelah suapan pertama Telur Rendangnya, gue melangkah ke daerah steling dan minta tambah bumbu rendangnya. Kira-kira kenapa? Cocok di lidah gue! Rasanya dominan asin dengan aroma rempah yang kuat. Gue suka aroma santannya yang masih terasa daripada hilang tertutup aroma rempah.

Ikan Sambalnya juga tidak mengecewakan. Apalagi dengan rasa sambalnya yang manis manis gurih. Klop!

IMG_3342Telur Dadar

IMG_3344

IMG_3361Ayam Goreng

Gue melihat Hardy sudah mengusap-usap perut pertanda kenyang di seberang meja. Tidak lama, gue dan Hardy berangkat menuju ke kasir untuk bayar dosa-dosa kami di meja tadi. “Koko ini makan apa saja tadi?”, said the lady to her daughter in Hokkian. Dengan tak sabaran, gue bertanya ke beliau tentang kemampuannya berbahasa Hokkian TANPA ADA KESALAHAN INTONASI.

Damn. Gue dicuekkin. #KZL #CumanTersenyumKeGueDenganIkhlas

Okelah, ganti pertanyaan. Ternyata pusat dari Warung Nasi Memeng yang di Siantar masih beroperasi. Awalnya gue pikir Nasi Memeng ini pindahan dari Siantar. Maafkan kebodohan gue yang nggak bisa membedakan “Cabang dari” dengan “pindahan dari” pada tulisannya di steling. Yang di Siantar sekarang dijalankan oleh tante dari Si Ibu tadi.

IMG_3346Tuh, ada gue dan tulisannya yang besar dan jelas.

Ngomong-ngomong, makanan di sini tidak mengandung babi (nggak pakai kata “Halal” karena sertifikasinya bayar, nanti Makanmana kena charge lehhh). Untuk yang muslim boleh dituju nih tempatnya, yang pastinya setelah akhir bulan puasa ya (artikel ini ditulis saat bulan puasa).

Untuk menemukan tempatnya, sangat gampang sekali. Lokasinya yang strategis karena berada di jalan utama membuatnya searchable dan reachable. Kalau kamu sedang berada di Jalan Wahidin dari arah Jalan Thamrin menuju ke Jalan Aksara, kamu akan menemukan tempat ini di sebelah kiri jalan sebelum jembatan simpang Jalan Sulang-Saling.

Jadi, kalau ada rencana kemari boleh banget ajak gue dan tim. ^^

Warung Nasi Memeng
Jalan Wahidin, sebarisan Euro Premiere Bakery
#halal
Jam buka: 10.00 – 13.00 WIB
Lokasi: https://goo.gl/maps/BEAdkZkSx6A2

Arisun – Sydney

Last but not least from culinary tasting last week was Arisun, a Korean fried chicken joint. It was recommended by same friend who recommend me Baby Coffee&Co. She said they have best Korean chicken in town. All I know, they have 2 branches so far, in Chinatown and World Square. I went to WS branch.

Korean fried chicken or most Korean called “chikin” used to eat as beer companion. Arisun has plenty varieties of chicken, with bone or boneless, and also other Korean dishes. I’ll try next time.

soy garlic

I bought half/half chicken for $38, half/half means you can have 2 different flavours in one portion. I chose the most recommended soy garlic sauce and chicken sprinkle. Thought the size was big like in chicken shop, but it wasnt. The size was tiny, probably they chopped one chicken into 24 pieces 🙄 The soy garlic chicken more delish than cheese sprinkle. Maybe next time will buy the soy garlic only. Ciao!

📍Arisun, World Square, 99 Liverpool Street, Sydney CBD.

Baby Coffee & Co – Sydney

Move further, I tried this place which was recommended by my friend. She tagged me a video on Facebook with title “the prettiest brunch cafe in Sydney”. As still on same area, so I managed to visit.

Yeah, I admitted the cafe is cute, dominated with pink color, velvet upholstery chairs, pink plates, wall-hanging letter shaped neon and not to mention some fleece blankets they put in every outdoor tables. Looks girly.

Since have eaten in other place, I just ordered the dessert, espresso panna cotta ($19.90). It tasted nice but not wowed me. The plating itself very pretty and stylish.

For the drink, I tried homemade soda ($5) tasted a bit funny, so it was orange flavor mix with some spices that I couldnt described what it was. And I had extra $2.50 charge, not sure if it was tax or they charged my water. Anyway the waiter offered me before if I’d like to have water, I said I want one but not tap water please. Then the guy came over my table with a bottle of water, but the lid already opened (and even without lid when it came to my table). I’m not sure if he charged me for that or not.

The cafe located in the corner of McEvoy street, not far from bus stop. If you drive, I have no idea where to park your car. Ciao!

📍Baby Coffee&Co, 810 Elizabeth Street, Waterloo, Sydney

Textbook Boulangerie – Sydney

Been curious with this pastry shop for so long, but that desire on and off considering its location is unreachable from where I live. So when I decided to try The Clean Treats Factory (in previous review) which located in same area, I put this on my list.

This shop is located in residential apartment/office building blocks, so I thought not everyone knows unless regular customer. They have open kitchen, so we can see they make those beautiful pastries.

I just bought one pastry to test how deep the water, which was almond croissant ($4 or $5). I liked the croissant, it’s crispy on the outside. There’s like custard or vla inside, but too sweet for my liking.

As companion I ordered small cappucino ($3). Coffee tasted nice.

Definetely come back next time to try the cakes (looks tempting!). Ciao!

📍Textbook Boulangerie, 274 Botany Road, Alexandria, Sydney

The Clean Treats Factory – Sydney

I’m not a vegan but I never limited myself to try vegan food. Spotted this place in Zomato and decided to pay a visit in the next day. It’s located in industrial area in Alexandria, so no wonder seems like not many people knows this place.

The cafe itself very stylish and neat, not sure if there is gallery or furniture shop as well. They open the cafe 7.30am every day.

As I wanna try another cafe, so I decided to order not too heavy meal for breakfast which was scrambled tofu in sourdough ($16.40). It’s my first time to have scrambled tofu, it cooked with a dash of turmeric. The toast itself spreads with pesto, there mini tomatoes and some salad with basil oil. Overall taste nice even a bit confusing, probably that just because i’m not into clean eating.

For drink I ordered one of their signature latte, which was Turmeric Latte ($5). Fyi, they also have beetroot and matcha latte too. It came with attractive appearance, with some purpleish edible flower sprinkle on top, contrast with the latte color. I’ve been had turmeric latte before in The Rabbit Hole and their turmeric latte was nice. But this one not too good, I couldnt taste any turmeric flavor in it, only creamy all the way.

But if you’re around Alexandria, and you’re a vegan. This place can be a choice. Ciao!

📍The Clean Treats Factory, 23-25 Doody Street, Alexandria, Sydney